A. Masa Pemerintahan Ki Jagara (1801 – 1817)

Sejarah Panulisan - Tahun 1801 merupakan titik awal dimulainya pemerintahan desa Panulisan, yang dipimpin oleh Ki Jagara sebagai Kepala Desa yang pertama. Sebagai pembantunya ditunjuklah Ki Jayadiwangsa karena pengalamannya yang sudah terbukti dimana telah memperlihatkan kesungguhannya dalam memimpin sewaktu Ki Jagara bertugas di Segara Anakan.

Di dalam memulai karirnya sebagai kepala desa, Ki Jagara dikatakan tidak mengalami kesulitan yang berarti, maklumlah karena situasi dan kondisi pemerintahan saat itu belum menuntut banyak kreatifitas seperti sekarang ini. Hal-hal yang dilakukannya tidak jauh berbeda dengan warga lainnya, sejak dari membuka lahan baru, membakar, menanami, memelihara serta memungut hasilnya. Begitu pula dalam hal berburu dan menangkap ikan senantiasa dikerjakan bersama-sama.

Hanya pada waktu tertentu saja Kepala Desa melaksanakan tugas, yaitu apabila ada hal penting yang memerlukan penanganannya. Sedangkan keadaan desa hanya sebagian kecil saja yang merupakan perkampungan, selebihnya masih hutan belantara. Jalan untuk menghubungkan antara Panulisan dengan daerah luar masih belum ada sama sekali, sehingga membuat sulit bagi Kepala Desa untuk berhubungan dengan atasannnya.

Padahal hubungan pemerintahan tetap harus berjalan secara baik. Untuk itu Ki Jagara mulai merintis pembuatan jalan setapak melalui lereng melintasi lembah dari Panulisan ke Wanareja lewat Cipondok, dimana di Ciopat bergabung dengan jalan setapak yang telah ada.

Untuk menghindari samarnya jalan karena tertutup oleh semak-semak dan rerumputan, maka ditanamlah sejumlah pohon jati di sepanjang pinggiran jalan sehingga walaupun jalan tersebut tertutup kembali oleh semak belukar, akan tetapi yang lewat tidak akan tersesat karena pohon jati itulah sebagai penunjuk arah.

Dalam penanamannya benih jati yang di dapat dari hutan, ternyata masih tersisa banyak. Kerenanya ditanamlah di sebidang tanah bekas lahan perladangan yang sudah tidak di manfaatkan penggarapnya. Lahan itu kemudian dinamakan orang sebagai Karang jati. Dan sampai sekarang tunggak-tunggak jati masih terdapat dibeberapa tempat. Sedangkan menurut cerita hilangnnya tanaman jati tersebut karena ditebang pemerintah Belanda untuk dijadikan tangsi di Dayeuhluhur.

Demikianlah Ki Jagara memegang tampuk pemrintahan desa yang pertama selam 16 tahun. Kemudian karena usia yang sudah tua akhirnya pada tahun 1817 berhentilah ia dari pekerjaannya. 
print this page
Sumber : Buku Pemerintahan Desa Panulisan (1983)
A. Masa Pemerintahan Ki Jagara (1801 – 1817) A. Masa Pemerintahan Ki Jagara (1801 – 1817) Reviewed by Urang Kampung on 15.47 Rating: 5