Sejarah Panulisan Masa Pemerintahan Ki Sastramanggala (1868 – 1879)

Sejarah Desa Panulisan - Pada tahun 1868, setelah KI Bangsangali berhenti, terpilihlah Ki Sastramanggala sebagai Kepala Desa Panulisan yang Ke-5.

Pelaksanaan pemilihan saat itu, jauh berbeda dengan jaman sekarang yang umumnya menggunakan sistem bitingan. Pada saat itu pemilihan dilaksanakan secara terbuka dan tradisional. Para calon berdiri di tanah lapang atau di tempat terbuka yang telah ditentukan, yang juga terlindung dari teriknya matahari. Setelah para calon dan para hak pilih berkumpul barulah Asisten Wedana mengumumkan nama serta jumlah calon kepada para nomer atau pemilih. Tentang kebebasan memilih, saat itu sudah dijunjung tinggi, hanya saja sifat rahasianya belum diperhatikan. Suatu bukti, para hak pilih secara langsung memegangi pinggang calon pilihannya, berbanjar ke belakang hingga membentuk barisan yang panjang. Calon sendiri sama sekali tidak mengetahui pemilihnya, karena posisinya membelakangi pemlih. Sistem ini digunakan setiap pemilihan kepala desa sampai beberapa kali pemilihan.


Ki Sastramanggala terkenal orang yang berada, sehingga setelah terpilih sebagai Kepala Desa, dalam waktu singkat dibuatnya sebuah pendopo di depan rumah, sebagai tempat musyawarah. Pendopo tersebut terkenal dengan nama “Bale Ganda Sastramanggala” yang logis disebut masyarakat pada umumnya Bale Ganja Sastramanggala. Bale itu didirikan di Blok Sukaseneng, yang sekarang termasuk wilayah Dusun Panulisan. Bangunan itu dibuat sedemikian indahnya sehingga membuat kagum orang yang melihatnya. Begitu pula Asisten Wedana Wanareja sangat tertarik dengan bangunan itu. Maka diperintahkanlah semua penduduk yang rumahnya jauh dari jalan untuk pindah ke pinggir jalan sejajar dengan letak balainya.

Semula, pilihan masyarakat terhadapnya semata-mata didasarkan kepada kekayaan yang melimpah dengan maksud agar dapat mengurangi beban masyarakat. Ternyata tepat sekali pilihan masyarakat itu, karena di samping dapat meringankan beban, juga memang merupakan seorang yang terampil dalam memegang tampuk pemerintahan. Ki Sastramanggala memiliki jiwa kepemimpinan yang baik serta mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih maju. Jejak kepemimpinan Ki Bangsaguna terdahulu, diteruskannya dengan baik sampai sebelas tahun lamanya.

Dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, sektor pertanian merupakan sasaran utamanya. Peningkatan pendayagunaan sawah serta pelebaran lahan perdagangan pun tak lepas dari jangkauannya. Begitu pula upaya pemberantasan hama tanaman yang sangat merajalela pada waktu itu, terus digiatkan, seperti halnya memburu babi hutan yang ratusan bahkan ribuan jumlahnya. Perburuan itu semula dianggap merupakan kewajiban, lambat laun membudaya dikalangan masyarakat bahkan menjadi hobi.

Pada tahun 1879 berhentilah Ki Sastramanggala dari tugasnya, setelah mendapat restu dari Bendara Asisten Wedana Wanareja.
Sejarah Panulisan Masa Pemerintahan Ki Sastramanggala (1868 – 1879) Sejarah Panulisan Masa Pemerintahan Ki Sastramanggala (1868 – 1879) Reviewed by Urang Kampung on 15.41 Rating: 5