Budidaya Buah Salak Yang Belum Optimal

Sedkit cerita lagi nich dari UrangKampoeng, cerita kali ini tentang potensi yang ada di Kampoengnya Urangkampoeng.he......

Salak yang merupakan buah yang sudah tidak asing lagi kedengarannya ditelinga kita memang mempunyai jenis yang banyak sekali. Ada salak pondoh, ada salak bali, ada salak condet, salak manonjaya dan masih banyak lagi jenis salak lainnya.

Dengan ciri mempunyai pohon yang berduri, dan cangkang yang berduri juga, namun jangan salah bahwa dibalik cangkangnya yang berduri menyimpan rasa yang manis juga. Sekarang salak tidak hanya dimakan mentah akan tetapi ada beberapa orang yang telah menyulapnya menjadi manisan salak dan kripik salak. Tentu saja ini memiliki nilai ekonomis dan prospek ekonomi yang bagus juga dimasa yang akan datang kalo memang kita punya modal dan menguasai cara pemasaran yang baik.

Kembali lagi ketempat Kampoengnya Urangkampoeng, bahwa disana hampir setiap orang yang memiliki kebun pasti menanam salak. Entah itu hanya 2-5 pohon saja, atau bahkan bisa puluhan dan itu semua tergantung pada luas kebun. Jenis salak yang ada sendiri menurut pengamatan Urang Kampoeng lebih dari 5 jenis, dimana tiap jenis memiliki rasa dan bentuk serta warna yang berbeda, namun lagi-lagi bahwa belum adanya keseriusan dari penduduk untuk benar-benar membudidayakannya. Mengapa demikian? karena didalam satu kebun saja bisa terdapat 2 atau 3 jenis, sehingga pada saat panen dijual campur, kadang ada yang kecut kadang ada juga yang manis. Selain itu faktor kurangnya perawatan, cara menanam, memilih bibit menjadi kendala kurang optimalnya hasil yang dicapai.
Mungkin tidak adanya kesadaran dan keinginan dari masyarakat serta kurangnya dukungan pemerintah desa dalam melihat potensi ini sebagai suatu hal yang positif demi menunjang perekonomian masyarakat. Karena UrangKampoeng yakin jika dikelola dengan baik dan dibudidayakan dengan benar akan membawa dampak yang baik bagi perekonomian desa di waktu yang akan datang. Mungkin ini juga yang menjadi PR buat UrangKampoeng dan warga desa untuk segera menjadikan buah salak ini menjadi komoditas utama penghasilan warga desa selain dari bertani, dan harga salakpun bisa meningkat dari 1000 rupiah/kg menjadi diatas itu.
Ini merupakan kesempatan yang harus segera diambil, betul tidak sobat??? UrangKampoeng sendiri berencana akan membahas hal ini kedalam Komunitas Dayeuhluhur on Facebook, sebagai salah satu perkumpulan yang mempunyai slogan "Ulubiung Riung Mungpulung, Urun Rembug Warga Dayeuhluhur Keur Kamajuan Leumah Cai" yang pada intinya mempunyai tujuan memajukan Dayeuhluhur. Do'akan ya sob...biar niat yang baik ini bisa terlaksana dan direspon baik oleh masyarakat. Salam
Budidaya Buah Salak Yang Belum Optimal Budidaya Buah Salak Yang Belum Optimal Reviewed by Urang Kampung on 17.33 Rating: 5