Kemana Kami Memohon

"Sebuah dilema memang ketika kita sebagai rakyat kecil merasa tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah. Sedangkan ketika kami dituntut membayar kewajiban sebagai seorang warga negara, kami harus rela memberikannya walau Pemerintah tak pernah tahu dari mana kami mendapatkannya, dengan apa kami mendapatkannya. Kami selalu patuh terhadap apa yang menjadi kewajiban kami karena kami rakyat yang patuh."

Mimpi hanya tinggalah mimpi bagi kami sebagai rakyat kecil, ketika sarana penunjang perekonomian sudah tak layak kami gunakan. Jalan merupakan modal utama buat kami, agar hasil dari jerih payah kami selama ini baik di kebun, di sawah, di ladang tak lagi tersendat dengan adanya jalan yang sudah tak layak dikatakan jalan. 

Kami tidak tahu apakah memang kami sebagai rakyat kecil yang terlalu ingin diperhatikan?
Kami tidak tahu apakah memang pemimpin kami ditingkat Desa tak pernah peduli memperjuangkan nasib kami?
Kami tidak tahu apakah memang Pemimpin kami di tingkat Kabupaten yang tak lagi peduli dengan kami?

Padahal ketika mereka ada maunya terhadap kami, mereka seolah mendekat, seolah menganggap kami ada, menganggap kami keluarga, datang dengan senyuman dan kadang santunan, mengumbar seribu bahkan ratusan ribu janji. Tapi apa dikata ketika mereka telah duduk disinggasana, tak ada lagi senyum menyapa kami bahkan lambaian tanganpun seolah enggan mereka berikan. 

Inilah potret buram Kampoeng kami Desa Panulisan - Kecamatan Dayeuhluhur - Kabupaten Cilacap - Jawa Tengah, ditanah yang subur dan di negeri "Aspal". Apakah masih pantas ini disebut sebagai jalan buat kami? 

Jalan Raya Panulisan - warung Batok

Genangan air di jalan lintas Warung batok

jalanan dimusim hujan

Kemana Kami Memohon Kemana Kami Memohon Reviewed by Urang Kampung on 15.50 Rating: 5