WC Tradisional vs Modern

Jarambah/pangisingan
UrangKampoeng - Perkembangan jaman semakin maju dan terus berkembang, dari yang sederhana sekali menjadi sangat modern, salah satu yang berubah karena adanya perkembangan zaman dan faktor lain tentunya, ialah tempat buang hajat besar atau dalam bahasa keseharian kita dinamakan WC atau toilet.

Pada zaman dahulu orang pedesaan lebih senang buang hajat di sungai, kolam atau tanah. Salah satu yang masih ada sampai saat ini yaitu jarambah atau ada juga yang menyebutnya sebagai pangisingan sedang untuk yang ditanah ada yang menamakan cubluk. Jarambah ini biasanya dibuat diatas kolam dengan berbagai bentuk, ada yang seperti gambar menggunakan seng, atau ada juga yang menggunakan anyaman bambu yang berbentuk melingkar.

Dikarenakan adanya diatas kolam maka dapat dipastikan hasil dari pembuangan tadi langsung bisa dinikmati oleh kawanan ikan, dalam hal ini bisa dinamakan sebagai rantai makanan. Tapi jangan karena hal tersebuat jadi ga doyan makan ikan yach? karena pada umumnya kolam yang menggunakan jerambah apabila akan memanen ikan maka 1 bulan sebelum panen ikan jerambah biasanya sudah di tutup.

Namun seiring perkembangan zaman, biasanya tempat pembuangan "limbah manusia" menyatu dengan rumah atau sering dinamakan Toilet/WC, sedang untuk menampung limbahnya tersebut digunakan sepiteng.  Toilet pada umunya juga sekaligus menyatu dengan kamar mandi. ( gambar dari forum bebas)

Toilet tradisional semakin menghilang selain karena perubahan zaman juga adanya faktor kesehatan. Mungkin karena dirasa kurang sehat sehingga mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat di pedesaan. Masyarakat pedesaan sekarang lebih memilih menggunakan WC Modern walau harus mengeluarkan biaya yang lumayan tidak kecil. Nah bagaimana dengan sahabat, ada yang sudah pernah buang hajat di WC Tradisional? dan bagaimana sensasinya?. (CAK-Apr2012)
WC Tradisional vs Modern WC Tradisional vs Modern Reviewed by Urang Kampung on 12.08 Rating: 5