Istilah Pertanian: Ngarambet

Lalandak alat bantu Ngarambet
Ngarambet merupakan kegiatan menyiangi area pesawahan dari rumput-rumput yang mengganggu tanaman padi. Kegiatan ini sendiri biasanya dilakukan dengan menggunakan tangan dan alat bantu yang diberi nama Lalandak.

Dinamakan Lalandak dikarenakan bagian bawah dari alat ini berbentuk duri-duri yang menyerupai hewan landak, ada yang berbentuk seperti ban yang bisa berputar, ada yang menggunakan paku (bila terbuat dari kayu), dan ada yang langsung dibuat menyerupai duri (apabila terbuat dari besi drum: Lihat gambar disini ). Fungsi dari duri-duri pada alat tersebut adalah untuk menghilangkan gulma/rumpur pada tanah disekitar tanaman padi. Sedangkan lebar dari Lalandak ini disesuaikan dengan jarak tanam antara tanaman padi yang satu dengan lainnya.

Kegiatan ngarambet sendiri biasanya dilakukan apabila mulai tumbuh rumput-rumput pengganggu pada area tanaman padi dan kegiatan ini hanya dilakukan sekali dalam masa tanam padi. Untuk yang menggunakan tangan biasanya dilakukan oleh minimal 2 orang dan bisa sampai 10 orang, ini tergantung pada luas lahan persawahan yang dimiliki seorang petani dan juga untuk mempercepat kegiatan Ngarambet.

Pada umumnya di daerah Urangkampoeng kegiatan ini hanya dilakukan dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang, atau sering dinamakan Sabedug. Setiap orang yang ikut Ngarambet biasanya akan diberikan bayaran berupa uang, atau bayaran berupa padi yang akan diberikan pada saat panen tiba sambil ikut juga Gacong, atau dengan Liliuran. Liliuran merupakan kegiatan saling bantu membantu, misal: "sawahnya si A hari ini akan diadakan kegiatan Ngarambet maka si B akan membantu si A, besoknya apabila si B akan melakukan kegiatan Ngarambet maka si A akan membantu si B".

O iya......dalam kegiatan Ngarambet ini pula bayaran untuk setiap orang yang ikut Ngarambet akan berbeda, apabila makanan disediakan oleh pemilik sawah bayarannya akan sedikit lebih murah dibandingkan yang membawa makanan sendiri. Untuk bayaran berbentuk uang pada umumnya berkisar antara 20 - 30 ribu per setengah hari.

Namun demikian masih banyak kegiatan lain selain Ngarambet dan banyak pula istilah-istilah dalam dunia pertanian dimana setiap daerah memiliki istilah yang berbeda-beda. Lain kali Urangkampoeng akan mencoba menambahkan beberapa istilah dan alat pertanian tradisional/modern yang mungkin belum diketahui banyak orang tentang dunia pertanian.

"Menjadi petani itu bukan suatu kewajiban akan tetapi sesuatu yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan orang banyak"

"Petani bukanlah mereka yang harus dihina atas pekerjaannya akan tetapi haruslah diberikan apresiasi yang lebih atas jasanya dalam memenuhi kebutuhan orang banyak"

"Apa jadinya bila didunia ini tidak ada petani???? (Mohon untuk dijawab.....Terima kasih....)"



Daftar istilah: 
  • Ngarambet : kegiatan menyiangi area pesawahan dari rumput-rumput yang mengganggu tanaman padi
  • Lalandak : Alat bantu untuk menyiangi tanaman padi dari rumput-rumput pengganggu dimana bagian bawah dari alat ini berbentuk duri-duri.
  • Sabedug: merupakan istilah kerja setengah hari dari jam 6-12 siang
  • Liliuran: Saling bantu membantu antara A dan B atau B dan C. contoh: sawahnya si A hari ini akan diadakan kegiatan Ngarambet maka si B akan membantu si A, besoknya apabila si B akan melakukan kegiatan Ngarambet maka si A akan membantu si B".
  • GacongGacong merupakan sebutan untuk kegiatan memanen padi yang dilakukan oleh satu atau lebih orang, dengan mendapatkan imbalan dari si pemilik sawah berupa padi sesuai dengan berapa banyak padi yang berhasil didapat, atau sesuai pada kebiasaan di daerah tersebut dan biasanya antara 1:10 atau dimana setiap 10 Kg yang didapat akan menerima upah sebanyak 1 Kg gabah.
Istilah Pertanian: Ngarambet Istilah Pertanian: Ngarambet Reviewed by Urang Kampung on 07.44 Rating: 5