Belajar sunda: Akhiran dalam bahasa sunda


Sebagaimana yang sudah saya tulis sebelumnya mengenai Imbuhan dalam bahasa Sunda, yang terdiri dari lima (5) yaitu awalan, akhiran, sisipan, imbuhan terbelah dan imbuhan gabungan. Pada kesempatan sebelumnya sudah saya bahas mengenai Awalan, selanjutnya yang akan saya bahas adalah mengenai Akhiran dalam bahasa sunda.

Akhiran atau yang sering disebut sebagai sufik ini dalam bahasa sunda terbagi menjadi lima (5), diantaranya:
A. Akhiran AN
B. Akhiran EUN
C. Akhiran KEUN
D. Akhiran NA
E. Akhiran ING atau NING

Dari kelima akhiran tersebut sebenarnya memiliki arti dan fungsi tersendiri, misalnya ada yang menunjukan tempat, menunjukan hasil dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini saya hanya akan memberikan contoh beberapa kata yang mendapatkan akhiran tersebut beserta artinya.
A. Contoh akhiran AN
Akhiran AN sendiri banyak ditemukan dibeberapa kata, namun kadang kita sendiri tidak pernah menyadari hal tersebut. Nah beberapa kata dibawah ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran mengenai akhiran  AN, dimana diantaranya contoh kata tersebut yaitu:
  • Kuburan (tempat mengubur orang)  berasal dari kata kubur (menimbun)
  • Timbangan (alat untuk menimbang)  berasal dari kata timbang (menimbang)
  • Dagangan (sesuatu yang diperjual belikan, oleh pedagang)  berasal dari kata dagang (berdagang)
  • Bajuan (menyuruh seseorang agar memakaikan baju kepada...)  berasal dari kata baju
Contoh dalam kalimat: Ambu enggal atuh bajuan si ujang teh, eta karunya geus tiriseun (Ambu cepat pakainakn baju ke si ujang, kasihan sudah kedinginan)

B. Contoh akhiran EUN
Sama halnya dengan akhiran AN, akhiran EUN sendiri banyak ditemukan dibeberapa kata. Nah beberapa kata dibawah ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran mengenai akhiran EUN, dimana diantaranya contoh kata tersebut yaitu:
  • Hakaneun (makanan)  berasal dari kata hakan (makan)
  • Gigireun (disamping)  berasal dari kata gigir (samping)
  • Abieun (bagian saya..)  berasal dari kata abi (saya)
Contoh dalam kalimat: Ujang eta cokot bedog gigireun maneh! (Ujang ambil golok disamping kamu)

C. Contoh akhiran KEUN
 Nah beberapa kata dibawah ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran mengenai akhiran KEUN, dimana diantaranya contoh kata tersebut yaitu:
  • Asupkeun (menyuruh untuk dimasukan)  berasal dari kata asup (masuk)
  • Alungkeun (menyuruh untuk dilemparkan)  berasal dari kata alung (lempar)
  • Tuliskeun (menyuruh untuk ditulis)  berasal dari kata tulis (tulis)
Contoh dalam kalimat: Ujang punteun pang asupkeun hayam kana kandangna! (Ujang maaf...tolong masukan hayam ke kndangnya)

D. Contoh akhiran NA
Nah beberapa kata dibawah ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran mengenai akhiran NA, dimana diantaranya contoh kata tersebut yaitu:
  • Balikna (pulangnya) berasal dari kata balik (pulang)
  • Indungna (ibunya) berasal dari kata indung (ibu)
  • Imahna (rumahnya) berasal dari kata imah (rumah)
Contoh dalam kalimatPunteun bade naros, upami imahna Teh Neni palihan mana nya? (maaf mau tanya, kalo rumahnya teh neni disebelah mana ya?)

E. Contoh akhiran ING atau NING
Nah beberapa kata dibawah ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran mengenai akhiran ING dan NING, dimana diantaranya contoh kata tersebut yaitu:
  • Estuning (hanya untuk menguatkan kalimat saja)
  • Bakating (menguatkan kata/kalimat didepannya)
Contoh dalam kalimat: Bakating ku butuh, eta jalma mani wanieun meuli baju anu mahal pisan. (karena perlu sekali, orang itu berani membeli baju yang harganya mahal sekali)

Demikian sedikit bahasan mengenai Akhiran yang ada dalam bahasa sunda, mudah-mudahan bisa menjadi manfaat serta menambah pengetahuan dan pembendaharaan kata. Untuk mengetahui mengenai seputar belajar bahasa sunda silahkan sering-sering datang dan berkunjung ke Blog Urang Kampoeng.
Belajar sunda: Akhiran dalam bahasa sunda Belajar sunda: Akhiran dalam bahasa sunda Reviewed by Urang Kampung on 12.00 Rating: 5