Belajar sunda: Alat bertani orang sunda #2

Sebelumnya di postingan pertama mengenai Alat Pertanian Sunda I, saya membahas berbagai alat Pertanian yang sering dipakai masyarakat sunda khususnya di daerah Dayeuhluhur, Cilacap. Nah untuk kali ini saya akan mencoba menjelaskan satu persatu alat tersebut.
  1. Pacul. Pacul dalam bahasa Indonesia sama dengan cangkul, Pacul ini berfungsi untuk membalikkan, memindahkan, dan meratakan tanah persawahan. Pada jaman dahulu sebelum adanya Traktor, pacul menjadi andalan para petani dikala musim tanam dimulai, namun pada jaman sekarang pacul lebih berfungsi untuk membalikan, memindahkan, dan meratakan galengan sawah, yaitu batas antara sawah satu dengan yang lain.
  2. Arit. Arit atau sejenis celurit merupakan alat yang digunakan untuk memotong batang padi pada saat musim panen tiba. Keberadaan Arit ini sebagai pengganti dari terdahulunya yaitu Etem, yang sekarang sudah sulit ditemukan.
  3. Parang. Parang biasanya digunakan sebagai alat potong atau alat tebas (terutama selak belukar) yang ada di galengan/pematang sawah.
  4. Garokan. Garokan merupakan alat untuk meratakan tanah pesawahan sebelum ditanam oleh padi, kadang juga digunakan dalam proses pengeringan padi. Garokan ini biasanya terbuat dari papan, dan diberi gagang, bentuknya menyerupai huruf T.
  5. Lencod. Lencod ini adalah alat yang terbuat dari besi dengan bentuk mirip dengan sendok garpu. Fungsinya untuk menggali tanah yang keras.
  6. Garitan. Garitan merupakan alat bantu pertanian, yang berfungsi sebagai pembuat garis di areal pesawahan agar proses penanaman mudah, serta jarak tanaman satu dengan yang lain sama. Biasanya garitan ini memiliki semacam gigi, antara gigi satu dengan lainnya mempunyai jarak yang sama,ada yang memakai 25 Cm dan ada juga yang 30 Cm. Jumlah Gigi-gigi ini biasanya tergantung si pembuat, disesuaikan dengan areal pesawahan yang ia miliki serta panjangnya garitan.
  7. Etem. Etem atau ani-ani merupakan alat tradisional yang digunakan untuk memotong padi.
  8. Giribig. Giribig merupakan alas untuk mengeringkan padi. Giribig sendiri lebih mirip dengan bilik.
  9. Halu. Halu merupakan alat tumbuk sejenis tongkat yang biasanya terbuat dari kayu atau pohon kelapa dan sejenisnya yang mempunyai ukuran kurang lebih 1,5 meter dengan lingkarannya sebesar pergelangan tangan orang dewasa. Halu digunakan untuk menumbuk padi pada jaman dahulu, karena tidak ada penggilingan padi. Padi yang ditumbuk biasanya ditaruh di lisung.
  10. Lisung. Lisung merupakan alat menumbuk padi yang berpasangan dengan Halu. Lisung mirip dengan perahu, yang terbuat dari kayu dengan diameter besar, ada yang bentuknya panjang dan ada juga yang persegi, dan dilobangi ditengahnya.
  11. Leuit. Leuit merupakan tempat untuk menyimpan padi hasil dari panen di sawah. Jaman dahulu leuit biasanya berbentuk panggung, yang terbuat dari papan kayu. Namun untuk jaman sekarang orang lebih suka membuatnya dengan bahan dari batu bata, dan bentuknya tak lagi seperti panggung.
  12. Saron. Saron adalah alat bantu untuk memisahkan padi dari tangkainya dengan cara di pukul-pukulkan.
Itulah beberapa penjelasan dari sebagian alat-alat pertanian sunda yang digunakan oleh para petani dipedesaan pada jaman dahulu dan sekarang. Untuk lebih jelasnya pada kesempatan lain akan saya berikan foto mengenai masing-masing alat tersebut agar mudah untuk dipahami. (cak)
Belajar sunda: Alat bertani orang sunda #2 Belajar sunda: Alat bertani orang sunda #2 Reviewed by Urang Kampung on 00.13 Rating: 5