Nasib ratusan hektar sawah di tangan generasi muda

Kecamatan Dayeuhluhur- Ratusan Ha sawah terpampang luas di wilayah ini,dimana sawah sebagai tempat mencari nafkah bagi sebagian besar penduduk di Kecamatan Dayeuhluhur. Hasil dari bertani ini selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu makan, juga sebagian lagi di jual baik itu untuk membiayai kebutuhan lainnya, seperti sekolah anak-anaknya, tabungan dan lain-lain.

Seiring perkembangan jaman nampaknya suatu saat nanti areal pesawahan ini akan beralih fungsi atau bahkan tidak terurus lagi apabila generasi penerus banyak yang tinggal di kota atau memang generasi penerus tersebut tidak mulai diajarkan untuk bertani. Ketika hal ini terjadi maka bisa kita bayangkan beberapa tahun kemudian, apa yang akan terjadi dengan hamparan sawah, mungkin tidak akan ada lagi padi yang menguning, bahkan petak sawahpun sudah tidak kelihatan lagi.

Hal ini tidak bisa dipungkiri berdasarkan kenyataan yang ada di lingkungan sekitar. Pertama, sekarang di wilayah Desa Panulisan sangat susah sekali mencari orang untuk sekedar mencangkul, menanam padi, jikalau ada kebanyakan dari mereka adalah para orang tua dengan umur diatas 50 tahun. Kedua, generasi penerus jarang yang diajarkan untuk bertani atau sekedar ikut pergi kesawah bahkan ada yang belum pernah menginjakan kaki di galengan sawah. Ketiga, generasi yang ada banyak yang meninggalkan desa dan pergi ke kota baik itu untuk mencari ilmu atau mencari pekerjaan. Keempat, generasi sekarang lebih memilih bekerja di kota dari pada meneruskan lahan pertanian milik orang tuanya.

Dan masih banyak lagi fakta lain yang bisa dilihat, sedangkan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bahwa cara bertani yang dipakai adalah masih tradisional belum menggunakan mesin. dan tentunya manusia masih sangat dibutuhkan sekali dalam proses bertani. 

Jika hal ini terjadi maka akan sangat dimungkinkan sekali suatu saat nanti banyak areal pesawahan yang hilang dan beralih fungsi, jikalau tidak ada generasi yang meneruskan dan mau bertani. Jika semakin banyak lahan pertanian yang menyusut, sedangkan makanan pokok masih nasi, yang terjadi adalah semakin susahnya mencari nasi dan mungkin harganya akan semakin mahal. Hal ini justru akan menimbulkan adanya impor beras dari negara lain.  

Entah siapa yang patut disalahkan atau memang tidak ada yang salah dari semua ini, yang pasti jikalau suatu saat ini terjadi yang tidak akan berubah hanya satu yaitu makanan utama kita tetap "NASI". 

*sekedar pendapat penulis yang didasarkan pada kenyataan yang ada dilapangan

Tag; sawah, gabah, harga, padi, beras
Nasib ratusan hektar sawah di tangan generasi muda Nasib ratusan hektar sawah di tangan generasi muda Reviewed by Urang Kampung on 00.16 Rating: 5