Menurunnya harga kelapa, membuat petani semakin terpuruk

Catatan Anak Sunda - Sebagai salah satu wilayah dengan tekstur perbukitan dan juga memiliki tanah yang baik, segala jenis tanaman tumbuh subur di Desa Panulisan.  Dengan tumbuh suburnya segala jenis tanaman baik tanaman kayu, palawija, dan buah-buahan merupakan satu keuntungan bagi masyarakat.

Salah satu tanaman yang masih dibudidayakan yaitu pohon kelapa,  Pohon ini mempunyai banyak manfaat baik daun, buah, dan pohonnya.

Sejak lama setiap bulan petani di Desa Panulisan bisa memanen buah kelapa dan dijual ke pengepul, baik yang sudah dikupas atau masih utuh.

Sekitar tahun 1990 an harga buah kelapa mempunyai nilai yang cukup tinggi, sehingga sangat menguntungkan bagi para petani.

Namun sekarang ini harga setiap butir buah kelapa hanya dihargai antara 500-1000/biji tergantung dari besar kecilnya buah kelapa.

Hal ini tentu saja sangat merugikan para petani, sehingga banyak dari mereka yang menjual pohon kelapa karena sudah tidak menguntungkan, dan beralih menanam pohon lainnya seperti karet, manggis dan pohon albasia.

Untuk pengepul juga, demi memperoleh keuntungan yang lebih biasanya mereka akan membuat kopra. Karena harga per Kg kopra lumayan tinggi dibandingkan menjual satuan, apalagi batok dan kapasnya bisa dijual ketempat lain.  (Cak/17)

Menurunnya harga kelapa, membuat petani semakin terpuruk Menurunnya harga kelapa, membuat petani semakin terpuruk Reviewed by Urang Kampung on 22.47 Rating: 5